Repost: AroAceIndonesia FB Page “Pride Month”

image

Happy Pride Month, everyone!
.
Walaupun Aromantic belum masuk daftar, tapi lumayanlah karena akhirnya Asexual diakui juga sama Google untuk menjadi bagian dari ‘acara’ Pride Month yang mereka dukung tahun ini.
.
Pride Month di bulan Juni ini sebenarnya cuma berlaku di Amerika untuk mengenang kejadian Stonewall Riots yang terjadi di akhir bulan Juni tahun 1969. Awalnya mantan Presiden Bill Clinton menetapkan bulan Juni sebagai Gay & Lesbian Pride Month pada Juni tahun 2000 (ironi karena yang menjadi pusat Stonewall Riots adalah para wanita transgender). Baru tahun ini Presiden Obama menetapkan bulan Juni sebagai Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender Pride Month (selain itu mungkin harus nunggu validasi dari Google, seperti kita).
.
I’m an out and proud Asexual woman.
.
Beberapa bulan setelah saya tau dan yakin kalo saya seorang Asexual, saya memberanikan diri terbuka kepada orangtua (ibu dan ayah tiri) terutama Ibu. Tadinya saya pikir mereka cukup berpikiran terbuka, mereka tidak punya masalah ketika kebanyakan (mantan) teman saya adalah pria gay. Bahkan Ibu sempat bilang kalo dibolehkan dalam agama (menurut pendapat beliau) Ibu akan lebih memilih untuk bisa bersama dengan seorang perempuan.
.
Tapi ternyata mereka adalah tipe orang “aku ga masalah kl orang lain yang begitu, yg penting keluargaku engga”.
.
Berbagai pernyataan dan pertanyaan seperti yang sering saya baca di blog tentang Aces pun ditujukan padaku. Ketika itu juga saya mulai tidak memperdulikan apa yang orang lain pikirkan tentang saya dan juga seksualitas saya karena apa yang mereka pikirkan dan rasakan tidak sebanding dengan apa yang orangtua saya pikirkan dan rasakan tentang saya.
Walaupun saat ini orangtua saya, terutama Ibu, belum benar-benar bisa menerima saya tapi setidaknya beliau sudah cukup bisa menghargai keputusan saya.
.
Come out atau melela untuk seorang Asexual memang sedikit lebih kompleks daripada seseorang dengan orientasi seksual lainnya. Kita tidak bisa hanya bilang “Pak, Bu, anakmu ini Asexual lho”, dan berharap mereka langsung paham kita ini sedang bicara tentang apa. Setidaknya kita harus bisa menjelaskan ‘what is and isn’t’ soal Aseksualitas. Apalagi kalo mereka punya pertanyaan-pertanyaan lain yang mungkin kita tidak sanggup atau tidak mau jawab. Mau bagaimana lagi, kemungkinan kita adalah satu-satunya sumber pengetahuan mereka tentang Asexual (terutama bagi yang ga melek internet). Tapi apa Kita wajib untuk menjawab semuanya?
.
Bagi saya, melela atau come out adalah hak masing-masing individu. Tidak ada seorang pun yang berhak memaksa orang lain untuk come out di luar kehendaknya. Bahkan tidak juga pasangan mereka.
.
Lebih memilih skenario yang mana kalo A pacaran dengan B, lalu A come out karena dia percaya pada B, atau karena B memaksa ingin tau (dasarnya karena B tidak percaya kepada A)?
.
Banyak pertanyaan dan pernyataan yang mungkin akan kita terima saat kita come out, dan kita berhak untuk tidak menjawab atau menanggapi semua itu. Hanya karena kita adalah satu-satunya sumber nyata tentang Aseksualitas, bukan berarti kita punya kewajiban untuk mendidik semua orang. Apalagi bila pertanyaan yang kita terima menyangkut hal yang sangat pribadi, seolah mereka melupakan tata krama saat mereka menemukan ‘mainan’ baru yang menarik.
Ya, kebanyakan dari mereka hanyalah orang kepo yang cuma ingin tau tapi tidak perduli tentang kita. Sebagian dari mereka hanya ingin memuaskan rasa penasaran mereka dengan dalih apapun, dan akan berbalik ‘menyerang’ kita bila mereka rasa kita tidak cukup layak dalam memberi jawaban atau penjelasan.
.
Sekali lagi, KITA TIDAK PUNYA KEWAJIBAN UNTUK MENDIDIK ORANG LAIN TENTANG ASEKSUALITAS DAN/ATAU AROMANTIC. Bila mereka ingin tau lebih banyak dari apa yang kita sanggup jawab, mereka berkewajiban untuk mendidik diri mereka sendiri dengan mencari tau semua yang mereka ingin tau, sendiri. Kita saja bisa kok nemu segala macam tentang Asexual ketika tidak ada orang lain yang membicarakannya, kenapa mereka tidak bisa? Mungkin lebih tepatnya tidak mau karena itu akan membuang waktu mereka (dan mereka tidak sadar dan/atau tidak perduli kalo kita membuang waktu kita untuk mengedukasi mereka).  Dan sepertinya karena mereka merasa berhak (entitled) untuk mendapat jawaban, seperti seseorang di Twitter yang bilang karena saya yang sudah membuka ‘forum’ maka saya berkewajiban untuk memberi jawaban dan penjelasan kepada mereka semua.
.
Bila kalian punya pertanyaan seputar Aseksualitas dan/atau Aromanticism, silakan kirim pesan langsung lewat FP ini. Kalian bisa bertanya apapun, karena ini adalah ‘forum’ yang terbuka untuk itu. Jadi jangan sama ratakan kalo semua Asexual dan/atau Aromantic yang kalian temui bisa dan mau menjawab pertanyaan kalian, apalagi yang bersifat pribadi. Dan ingat tata krama dalam berinteraksi dengan orang lain. Medianya mungkin berbeda tapi orang-orangnya masih sama. Dan internet itu bukan dunia lain, bila seseorang tidak sopan di sini, bisa kalian pastikan kalo saya juga akan menganggap mereka juga tidak akan sopan di dunia nyata.
.
.
#AroAceIndonesia #Asexual #PrideMonth #ComeOut #Manners

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s