Repost: AroAceIndonesia FB Page “Acephobia”

Hari ini adalah Hari Melawan Homophobia, Transphobia, dan Biphobia Internasional (IDAHOT).
Lalu kapan ada hari melawan Acephobia? Sepertinya sih belum ada, karena jangankan tentang Acephobia, wong soal Asexual aja banyak orang masih belum tau.
.
Opresi, diskriminasi, dan Acephobia yang kita alami mungkin jauh lebih ringan dari apa yang sahabat-sahabat LGBT rasakan, tapi bukan berarti tidak ada. Bahkan lebih sering Acephobia yang ditujukan ke kita berasal dari beberapa sahabat kita yang L&G, hampir sama seperti yang dialami sahabat kita yang Bisexual dan Transgender. Kita tidak cukup gay dan queer untuk bisa menjadi bagian dari komunitas (terutama yang Heteromantic Asexual atau Aromantic Heteroseksual), kita tidak mendapat cukup tekanan dan diskriminasi, atau belum ada (setau mereka) Aces yang diusir keluarga, dipecat dari perusahaan, mendapat kekerasan seksual (corective rape), hingga mengakhiri hidup dikarenakan orientasi seksual mereka. Sejak kapan ada persyaratan seperti itu untuk menjadi bagian dari komunitas yang setau saya dibentuk untuk memberi wadah buat semua kelompok marjinal yang tidak mengidentifikasi diri mereka sebagai cisgender, Heteromantic, Heteroseksual?
.
Mereka yang menentang keberadaan Cisgender Heteromantic Asexual dan Aromantic Heteroseksual di dalam komunitas LGBT sama saja menginvalidasi sebagian orientasi/identitas diri para Cis Het Ace/Aro Het tersebut. Hampir sama seperti Bisexual yang kadang disebut setengah gay & setengah hetero tergantung gender pasangannya, dan baru benar-benar diterima saat mereka memiliki pasangan yang sesama gender.
.
Selama seseorang bukan Cisgender-Heteromantic-Heteroseksual, saya rasa mereka berhak menjadi bagian dari komunitas LGBTIQ+. Bukankah semakin banyak orang yang berjuang semakin besar juga usaha yang dilakukan? Sumberdaya yang di’miliki’ komunitas LGBT juga bukanlah benda yang bisa diambil oleh para Aros dan Aces, karena sumberdaya itu berupa dukungan dari organisasi juga perorangan yang perduli pada kita semua.
.
Saat organisasi seperti Trevor Project memberi pelatihan kepada para konselornya untuk bisa membantu kita yang Asexual bukan berarti kita mengambil jatah anggota LGBT yang lain. Apa ada yang ingin melihat para Aces tidak mendapat bantuan dan dukungan saat kita berada di titik terendah yang membuat kita mencoba meraih ke siapapun yang mau mengulurkan tangan sebelum kita memutuskan sudah sampai di sini saja perjuangan kita di dunia?
.
Apakah saya(secara pribadi) ingin Aromantic dan Asexual menjadi bagian dari komunitas LGBT? Jawabannya adalah saya cenderung netral dalam hal ini. Banyak organisasi LGBT dunia yang sudah menunjukkan dukungan dan memasukkan Aromantic dan Asexual sebagai bagian dari mereka. Tapi dalam tingkat yang lebih rendah, masih sedikit komunitas LGBT lokal yang inklusif terhadap Aromantic dan Asexual. Mungkin itu karena kurangnya pengetahuan tentang apa Aromantic dan Asexual. Semoga saja semakin banyak organisasi dan perorangan yang mencari tau tentang Aromantic dan Asexual di kemudian hari. 
.
Tapi kalo boleh jujur, saya lebih senang dengan singkatan seperti MOGAI atau GRSM daripada LGBTIQ+. GRSM (Gender, Romantic, and Sexual Minorities) dan MOGAI (Marginalized Orientations, Gender identities, And Intersex) saya rasa lebih inklusif daripada LGBTIQ+. Memang ada juga yang menganggap penggunaan GRSM akan memberi kesempatan buat para Cisgender Heteromantic Heteroseksual untuk masuk karena mereka memiliki paraphilia yang dianggap minoritas (seperti pedophilia) dan penggunaan MOGAI hanya memasukkan orientasi seksual yang berjalan sejajar dengan orientasi romantic saja jadi tidak mengakui mereka yang memiliki orientasi seksual yang berbeda dengan orientasi romantic-nya; juga tidak ada tempat untuk mereka yang masih mempertanyakan orientasi seksual/romantic atau identitas gender mereka, tapi mereka tidak lebih bermasalah daripada LGBTIQ+.
Selama ini kebanyakan orang hanya tau kalo LGBT itu adalah kata lain untuk homoseksual, dan itu didukung oleh banyak aktivis yang lebih sering berbicara tentang homoseksual saat membahas LGBT. Jumlah huruf yang terlalu panjang yang bahkan sebagian malah sering disingkat/diganti dengan tanda + (plus) saja. Seolah yang lainnya tidak penting, tidak perlu diketahui, hanya tambahan, dan minoritas di kalangan minoritas. Hal itu tentu saja sangat tidak sehat. Tapi siapalah saya?
.
. Bahan bacaan: Prejudice Against Group X (Asexuals)
. Semua ini hanya pendapat saya pribadi dan bukan atas nama komunitas Aromantic dan Asexualdi Indonesia (eh memang ada, ya? ).
.
#AroAceIndonesia #Aromantic #Asexual #LGBTIQ+ #IDAHOT #GRSM #MOGAI

~yuu

Advertisements

2 thoughts on “Repost: AroAceIndonesia FB Page “Acephobia”

  1. ih udah lama gak gentayangan di blog kak yuu :p

    Ah yang kayak gini emang rumit kalau mau diurai, apalagi kalau udah nyinggung soal “emang udah struggle kayak gimana sih sampe pengen jadi anggota komunitas lgbtqi+?” aku kayaknya pernah ngeliat post dari komunitas ace sendiri soal kenapa mereka mending stay away aja dari komunitas lgbtq, karna toh mereka pasti aman2 aja, tapi di sisi lain itu mengabaikan fakta kalo orang hidup di lingkungan dan budaya yang beda-beda. Jujur aku masih ngerasa ace/aro comm itu masih terlalu western/white-minded banget. sering aku baca hal kayak ‘alah aro/ace tuh gak bakal diapa-apain kali. gak bakalan ada yang maksain lo untuk blablabla” dari orang yang ace juga eh pas aku ngecek yang ngomong gitu hampir selalu entah orang bule atau someone lives in 1st world countries……tantangannya pasti beda2 sih, tapi menganggap kalo semua orang tinggal dalam situasi yang sama jadinya ignoran juga :/

    ((aku gajelas))

    btw, pedophilia bukankah penyakit? correct me if im wrong tho

    1. Hei, emang kapan kamu mampir ke sini? Eh iya, kan gentayangan ya, jadi ga kelihatan XD
      Hmm aku malah belum pernah baca ada Aros/Aces yang nulis kalo Aros/Aces itu ga pernah/bakal diapa2in. Seringnya yang bilang begitu dari kalangan homoseksual dan beberapa kali dari kalangan transgender.
      Yep, pedophilia itu masuk paraphilia. Cuma yang ga tau/mau tau mikirnya ‘orientasi’ seksual minoritas. Sama aja kayak mereka yang berpikir Pansexual itu adalah orang yang tertarik sama apa aja termasuk benda, hewan, keluarga sendiri, dll *roll eyes to the hell and back*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s