Repost: AroAceIndonesia FB Page “Born This Way”

Saya adalah orang yang terlahir sebagai Aromantic Asexual.
.
Walaupun baru tau tentang Aromantic Asexual setahun belakangan ini, tapi saya tau kalo saya tidak pernah merasakan ketertarikan romantic dan seksual seperti yang kebanyakan orang rasakan. Pernah mencoba pacaran, tanpa ada rasa suka, tanpa cemburu, tanpa ingin berjumpa, dan setelahnya juga tetap tidak ada keinginan untuk menjalin hubungan dalam bentuk apapun.
.
Awalnya saya menganggap diri saya adalah seorang Heteroseksual yang gagal. Atau mungkin karena hati saya yang sudah mati rasa?
Lalu saya membaca tentang Panseksual. Saat itu juga saya berpikir, mungkin bukannya saya Heteroseksual yang gagal, tapi memang saya bukan Heteroseksual dari mulanya. Dan saya kemudian mengadopsi label Pansexual.
Tapi dalam hati saya masih ada sesuatu yang mengganjal. Kalo benar saya Pansexual, kenapa saya tidak merasakan sesuatu yang lebih terhadap orang-orang yang saya anggap cantik dan juga tampan? Apa mungkin saya hanya belum bertemu orang yang tepat? Tapi kalo begitu, apa saya masih cocok menggunakan label Pansexual?
.
Dan saya pun teringat tentang koki dari Jepang yang memotong, memasak, dan menyajikan bagian reproduksinya kepada orang yang menang lelang. Koki itu menyebut dirinya Asexual.
.
Setelah mencari tau dari berbagai sumber, akhirnya saya yakin kalo Asexual adalah orientasi seksual saya yang sebenarnya.
.
Perjalanan mencari tau orientasi romantic saya sedikit lebih singkat. Setelah yakin saya Asexual, saya langsung berpikir kalo saya juga Heteromantic. Dipikir-pikir lagi, saya pun beralih ke Cupioromantic yang tidak merasakan ketertarikan secara romantic tapi masih menginginkan hubungan romantic. Tapi saya sadar kalo keinginan saya untuk memiliki hubungan romantic itu adalah buah dari pikiran kalo pernikahan itu wajib. Jadi kalo sampai saya menikah saya bisa memiliki hubungan romantic dengan pasangan saya.
Karena itulah saya kemudian merasa kalo Aromantic adalah nama yang tepat untuk apa yang benar-benar rasakan.
.

image

Mungkin pengalaman saya tadi adalah salah satu contoh kalo orientasi seksual seseorang itu cair. Perubahannya juga bisa dikarenakan banyak hal. Dalam kasus saya, pengetahuan yang kurang menjadikan saya mengira  orientasi seksual saya adalah Heteroseksual, yang merupakan ‘default setting’ di dunia yang heteronormativ ini. Mungkin bagi orang lain penyebabnya adalah trauma atau kesehatan fisik dan/atau kesehatan mental mereka. Tapi itu tidak menjadikan apa yang mereka rasakan saat ini tidak valid. Apabila di masa depan orientasi seksual saya berubah ya tidak masalah. Yang saya rasakan saat ini sudah cukup diwakili oleh Asexual dan Aromantic. Walaupun mungkin apa yang saya rasakan saat ini adalah hasil perjalanan saya di masa lalu (trauma yang mungkin tidak saya ingat), tetap saya valid sebagai seorang Aromantic Asexual. Kita semua tidak perlu lahir dengan orientasi seksual A dan identitas gender B untuk bisa menggunakan orientasi seksual A dan identitas gender B secara valid. Hal yang pasti di dunia ini hanyalah perubahan. Jadi apa namanya kalo ada orang yang menolak perubahan?
.
.
#AroAceIndonesia #Aromantic #Asexual #BornThisWay

~yuu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s