Repost: AroAceIndonesia FB Page “Aromanticism”

Perempuan berumur di atas 30 tahun dan masih betah sendiri itu sering dipandang tidak wajar oleh masyarakat umum, terutama di Asia. Apalagi kalo sampai terucap bahwa perempuan itu tidak ingin menikah, pasti banyak yang langsung berpikir negatif atau mencoba memberi saran dan solusi untuk keluar dari pikiran itu. Seolah perempuan yang memutuskan untuk tetap sendiri itu adalah perempuan yang melawan takdir, tidak tau apa2, dan sebagainya.
.
Saya adalah perempuan yang tidak ingin menikah.
.
Bagi saya, tidak menikah itu bukanlah suatu pilihan seperti selibat/celibate yang pernah saya bahas sebelumnya. Saya yang seorang Aromantic Asexual, yang tidak merasakan ketertarikan secara romantic dan seksual, yang tidak pernah punya keinginan untuk memiliki pasangan, buat apa saya menikah?
.
Hampir setiap hari orangtua saya selalu menanyakan kapan saya mau menikah? Apa saya akan terus seperti ini? Bagaimana nasib saya saat orangtua saya wafat? Waktu saya sudah tua dan tidak ada yang akan merawat saya? Atau jangan-jangan saya ini dicintai oleh Jin dan perlu dirukyah untuk bisa mengobatinya?
.
Walaupun saya sudah mencoba untuk menjelaskan, mengirim tulisan saya tentang Asexual untuk mereka baca, tapi semua sia-sia. Mereka tidak menganggap Asexual itu nyata, bahwa Asexual itu hanyalah produk Barat yang tidak ada akarnya di kitab suci agama kami. 
Akhirnya saya memilih untuk diam, saya masih menghormati mereka sebagai orangtua saya.  Dan ketika mereka kembali bertanya tentang rencana pernikahan, saya hanya bilang belum ada yang datang melamar. Dan beberapa kali mereka mencoba mengenalkan saya dengan laki-laki, ada saja yang tidak saya dan orangtua saya tidak suka dari mereka.
.
Saya tidak menutup kemungkinan kalo suatu saat nanti saya akan menikah. Tapi pernikahan itu juga tidak akan seperti pernikahan yang dilalui orang banyak karena meskipun saya sex-indifferent tapi kalo bisa saya tidak ingin berhubungan seksual sama sekali seumur hidup saya. Jadi kalo saya menikah pun setidaknya saya menikah dengan yang sesama Aromantic Asexual atau Alloromantic Asexual.
Sebelum tau bahwa saya adalah Aromantic Asexual, saya pernah berpikir untuk menikah dengan sahabat kita yaitu pria homoseksual, tapi saya juga tidak ingin menambah beban pikiran jika saya membiarkan pasangan saya memiliki pasangan lain di luar pernikahan. Untuk saat ini, biarlah tetap seperti ini.
.
Lalu apakah semua Aromantic Asexual itu seperti saya? Tentu saja tidak. Dan karena sekarang saya sedang membicarakan tentang hubungan/relationship, saya akan sedikit menjelaskan tentang Aromanticism.
.
Aromanticism itu secara umum bisa dibagi dua.
1. Aromantic Asexual, yaitu mereka yang tidak memiliki ketertarikan secara romantic dan juga seksual.
2. Aromantic Allosexual, yaitu mereka yang merasakan ketertarikan secara seksual tapi tidak memiliki ketertarikan secara romantic.
.
Sama seperti Asexual yang tidak memiliki ketertarikan secara seksual tapi masih ada yang bisa menikmati dan bahkan menyukai kegiatan seksual, begitu juga seorang Aromantic dalam hal romans. Seorang Aromantic bisa berada dalam suatu hubungan romantic dengan mereka yang Alloromantic/Non-Aromantic. Ada juga yang memiliki Squish, yang seperti Crush/naksir tapi tanpa romantic elemen. Dan ada juga yang disebut Queer Platonic Relationship yang seperti persahabatan biasa tapi lebih. Jika suatu saat nanti saya menikah dengan sesama Aromantic Asexual atau Alloromantic Asexual, hubungan kami juga bisa disebut Queer Platonic Relationship dan ‘suami’ saya adalah Queer Platonic Partner, atau sering disebut juga Zucchini, saya. 
.
Kalo begitu, apa bedanya Aromantic Asexual dengan Aromantic Allosexual?
Perbedaannya hanya pada orientasi seksual mereka. Seorang Aromantic Asexual selain tidak memiliki ketertarikan romantic juga tidak punya ketertarikan secara seksual terhadap siapapun. Sedangkan sebaliknya Aromantic Allosexual yang tidak punya ketertarikan romantic tapi merasakan ketertarikan  secara seksual tergantung dengan orientasi seksual yang mereka punya. Kalo biasanya seorang Aromantic Asexual dibilang robot, tanaman dan sebagainya, maka ada tambahan lain untuk mereka yang Aromantic Allosexual seperti tidak punya hati, cuma mau bersenang-senang, takut berkomitmen, dan lainnya.  Bahkan di satu grup hak-hak LGBTIQAP, ada anggota yang menganggap seorang Aromantic Allosexual itu bermoral rendah karena mau berhubungan seksual (memiliki TTM/FB/FWB) tanpa ada ikatan secara romantic (pacaran).
Kalo buat saya sendiri, selama mereka sama-sama sudah dewasa dan sama-sama tau dan setuju dengan ‘perjanjian’ diantara mereka, siapa kita berhak untuk menghakimi mereka?
.
Aromantic, Asexual ataupun Allosexual, adalah manusia juga. Mungkin kami tidak bisa jatuh cinta seperti apa yang dirasakan oleh mereka yang Alloromantic, tapi bukan berarti kami tidak punya hati dan tidak bisa merasakan cinta. Kami bisa mencintai orangtua, saudara, sahabat, hewan peliharaan, dan apapun yang orang lain bisa cintai. Cinta kami bahkan bisa jauh lebih kuat dari apa yang kalian rasakan. Dan kami tidak menganggap cinta kepada pasangan itu jauh lebih berharga daripada cinta kepada sahabat dan keluarga.
.
.
#AroAceIndonesia #Asexual #Aromantic

~yuu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s