Repost: AroAceIndonesia FB Page “Sex-Averse, Sex-Repulsed, Sex-Indifferent, Sex-Favorable”

Kemarin ada yang bertanya, “bagaimana mungkin seorang Asexual bisa jadi hiperseksual? Bukankah Asexual itu tidak mau melakukan hubungan seksual?”

Mungkin dia belum membaca tentang arti Asexual yang paling umum, yaitu mereka yang tidak memiliki ketertarikan secara seksual. Dan arti ketertarikan seksual itu sendiri adalah timbulnya keinginan untuk melakukan hal-hal yang bersifat seksual yang disebabkan atau ditujukan pada seseorang tanpa orang tersebut melakukan sesuatu yang bersifat seksual.
Tapi memang ada juga yang menggunakan label Asexual karena tidak memiliki gairah seksual dan/atau keinginan melakukan kegiatan seksual. Sedikit membingungkan mungkin, tapi mereka semua juga Asexual yang valid.

Seperti yang banyak dari kita ketahui,ketertarikan seksual dan perilaku seksual itu sangat jauh berbeda. Tidak sedikit orang yang melakukan kegiatan seksual tanpa memiliki ketertarikan seksual terhadap pasangan seksualnya. Misal: seorang laki-laki heteroseksual yang bekerja sebagai aktor film porno gay.

Dalam lingkungan Asexual sendiri, kebersediaan seseorang untuk melakukan kegiatan seksual itu dibagi ke beberapa bagian.

1. Sex-averse dan sex-repulsed
Para Asexual yang membenci, jijik, tidak suka, dan menjauhi kegiatan seksual disebut sex-averse dan sex-repulsed.
Setiap individu punya batasan-batasan sendiri tentang apa yang mereka benci dari kegiatan seksual. Bisa jadi mereka benci/jijik/tidak suka semua hal yang berbau seksual, bahkan ciuman yang cukup ‘berhasrat’ juga bisa mereka benci/jijik/tidak suka karena mereka berpikir hal itu akan mengarah ke kegiatan seksual. Tapi ada juga mereka yang hanya benci/jijik/tidak suka kegiatan seksual yang mengandung penetrasi, terutama kepada dirinya sendiri.

Lalu apakah seorang Sex-averse dan sex-repulsed itu melakukan masturbasi? Ada yang melakukannya, ada juga yang tidak.
Banyak alasan kenapa seorang Asexual melakukan masturbasi. Bisa karena mereka menyukai kepuasan yang didapat setelah masturbasi, bisa juga karena gairah seksual sedang naik dan mereka melakukan masturbasi untuk menurunkannya; atau sesimpel seperti ketika kita menggaruk kulit kita yang terasa gatal, ada juga dari mereka yg melakukannya karena mereka ingin melakukannya.
Lalu apa/siapa yang berada dalam pikiran mereka saat mereka bermasturbasi? Kebanyakan dari mereka tidak memerlukan imajinasi apapun. Ada juga mereka yang Autochorissexual yang berfantasi tanpa memasukkan diri mereka atau menjadikan mereka sebagai penonton dalam imajinasi tersebut.

image

2. Sex-indifferent
Saya adalah seorang sex-indifferent, yaitu mereka yang tidak perduli tentang seks, bahkan yang ada hubungannya dengan diri mereka sendiri.

Bagi saya, selama semua orang yang berpartisipasi dalam usia legal dan melakukannya secara consensual, tidak masalah apapun yang ingin mereka lakukan.
Sedangkan kalo soal seks yang ada hubungannya dengan saya sendiri, saya tidak begitu masalah, tapi kalo bisa saya tidak perlu melakukannya seumur hidup saya. Dan saya sendiri juga tidak perduli soal masturbasi. Saya rasa itu tidak memiliki pengaruh apa2 pada kehidupan saya, dan saya sendiri tidak pernah mendapatkan dan mendambakan kepuasan atau orgasme dari hal tersebut.
Ini hanya sex-indifferent versi saya. Tentu masih banyak lagi variasinya dengan orang yang berbeda.

3. Sex-enthusiasts dan sex-favorable

Dalam komunitas Asexual ada juga mereka yang menyukai/tidak bermasalah dengan kegiatan seksual. Hiperseksual Asexual masuk dalam kategori ini.

Perlu diingat bahwa sex-enthusiasts dan sex-favorable memiliki jumlah paling sedikit di antara yang lain. Kebanyakan Asexual adalah sex-averse dan sex-repulsed. Jadi ada dari kalian yang memiliki pasangan Asexual, daripada berasumsi macam-macam yang bisa berakhir dengan petaka, lebih baik tanyakan langsung Asexual seperti apakah dia. Apakah dia sex-averse-repulsed-indifferent-favorable? Lalu batasan apa saja yang harus selalu dipatuhi selama si Aces tersebut belum berkata lain.

Sebelum saya akhiri postingan ini, saya ingin menegaskan tidak semua Asexual bisa menerima dan mau menjawab pertanyaan yang bersifat pribadi, apalagi dari orang asing. Kecuali itu ada hubungannya dengan kalian (misal mempunyai pasangan Asexual) atau kalian diperbolehkan untuk bertanya (seperti di FP ini) , jangan pernah bertanya pertanyaan yang mungkin kalian sendiri tidak ingin mendengar jika ditujukan kepada kalian.

Di sini kalian boleh bertanya apa saja. Kalo saya merasa tidak sanggup menjawab, akan saya coba carikan jawabannya dari sumber-sumber lain.
.
.
(image source: tumblr.com)
#AroAceIndonesia #Asexuality

~yuu

Advertisements

3 thoughts on “Repost: AroAceIndonesia FB Page “Sex-Averse, Sex-Repulsed, Sex-Indifferent, Sex-Favorable”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s