Romo? No Romo?

Pertama kali aku sadar kalo aku Aseksual, aku pikir heteroromantic alias tertarik untuk menjalin hubungan secara romantis dengan lawan jenis adalah label yang pas buat orientasi romantic-ku.
Pada kenyataannya aku memang hanya tertarik secara sensual dan romantic kepada para pria, walau aku bisa menikmati keindahan jasmani semua jenis kelamin dan gender secara aesthetic.

image
Type of attractions

Beberapa waktu kemudian, setelah mengetahui apa saja yang ada di bawah aromantic spektrum, aku pun merubah label-ku menjadi demiromantic. Aku pikir karena selama ini tidak pernah ada laki-laki yang dekat secara emosional makanya aku tidak pernah tertarik untuk menjalin hubungan apapun dengan siapapun. Aku tidak pernah berpikir kalau ada yang aneh dengan begitu mudahnya aku lebih memakai otak daripada hati dalam menghadapi masalah laki-laki atau semacamnya. Aku pikir itu hanya karena aku lebih memilih memakai logika daripada perasaan.

Tapi hal itu berubah beberapa waktu yang lalu. Setelah dipikir lebih jauh, ternyata aku lebih tertarik dengan pikiran tentang suatu hubungan romantic tanpa pernah memiliki ketertarikan secara romantis terhadap siapapun. Hal itu disebut Cupioromantic yaitu orang yang menginginkan hubungan secara romantis atau kontak fisik walaupun tidak mengalami ketertarikan romantis.

Sepertinya keinginan-ku untuk menjalin hubungan yang berujung ke pernikahan itu semakin kecil saja kemungkinan terwujudnya. Bahkan saat menghadiri resepsi pernikahan pun aku tidak merasakan apa-apa. Apakah aku akan terus hidup sendiri tanpa ada yang bisa diajak berbagi sampai ujung usia-ku nanti? Atau adakah kemungkinannya aku bisa bertemu dengan seseorang yang bisa menerima semua kekurangan dan kelebihan-ku? Sebenarnya aku tidak terlalu ambil pusing. Ada teman di grup Aseksual di FB yang memiliki ide untuk mendaftarkan diri di panti jompo atau mengadopsi anak untuk merawat mereka saat mereka tua nanti. Yah walaupun ada kemungkinan kalau akan sulit mendapat panti jompo yang bagus dengan harga yang wajar; juga ada kemungkinan mendapat anak angkat yang tidak mau ‘membalas budi’ dan tidak mau merawat mereka disaat sudah tidak bisa lagi melakukan apapun sendiri.

Untuk saat ini aku hanya bisa menjalani hidup hari demi hari dan terus berdoa untuk mendapat yang terbaik. Entah yang terbaik itu dengan atau tanpa pasangan, aku juga tidak tau.

~yuu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s