Asexuality and Libido

Peringatan: postingan kali ini mungkin akan sedikit banyak TMI alias too much information. Silakan dilewati karena tidak banyak juga ilmu pengetahuan yang akan dibagi di sini (alias sama seperti postingan lainnya). Nekat baca, resiko ditanggung sendiri. 

——————~*~——————

·> Apa itu Libido?

Menurut Wikipedia:
Libido /lɨˈbiːdoʊ/ , and colloquially sex drive , is a person’s overall sexual drive or desire for sexual activity.
Atau,
Libido adalah istilah yang penggunaannya secara umum berarti
gairah seksual.

·> Lalu apa hubungan libido dan aseksualitas? Apakah aseksual adalah orang yang tidak memiliki libido atau hasrat untuk melakukan sesuatu hal seksual?

Seorang aseksual bisa saja memiliki gairah seksual yang rendah, tinggi, atau bisa juga tidak ada hasrat sama sekali. Tapi hal itu juga berlaku untuk semua seksualitas lainnya. Karena pada dasarnya seksualitas itu adalah ketertarikan seseorang secara seksual terhadap orang lain. Jadi selama seseorang tidak punya ketertarikan seksual terhadap siapapun, walaupun orang tersebut mempunyai gairah tinggi dan menyukai berhubungan seks, orang itu tetap seorang aseksual.

·> Lalu bagaimana dengan libido-mu?

Kalau bisa dibilang, libido-ku cukup rendah. Aku hanya merasakan hasrat birahi (tanpa rangsangan) sebelum dan saat datang bulan saja. Tapi aku masih bisa bergairah bila mendapat rangsangan, seperti membaca cerita syur atau melihat gambar yang mengundang bisa membuatku ‘panas’.

·> Bagaimana dengan rangsangan fisik?

Rangsangan fisik dari diri sendiri sedikit pengaruhnya bagiku. Kalau dari orang lain? Aku hanya pernah berciuman dengan seorang pria, dan tidak ada yang aku rasakan saat itu, jadi aku tidak bisa bilang kalau rangsangan dari orang lain akan berpengaruh padaku.

·> Mungkin kamu perlu terapi hormon.

Soal tinggi rendahnya hormon, selama ini aku belum pernah mengecek ke dokter. Tapi aku sendiri tidak merasa ada yang harus ‘diperbaiki’. Aku rasa justru masalah akan timbul bila aku menjalani terapi yang bisa meningkatkan hasrat atau libido. Hasrat tinggi + tidak tertarik kepada siapapun = pusing pala Yuni 😦

·> You don’t know what you’re missing.

Hmm entah bagian mana yang orang-orang itu tidak mengerti. Aku tidak akan bisa merasa ketinggalan atau kehilangan apapun yang tidak aku inginkan. Contoh kecilnya, banyak orang yang doyan makan durian, tapi karena aku ga suka durian ya aku ga bakal kepengin atau iri saat melihat orang lain dengan lahapnya makan durian tersebut.

·> Seks tidak bisa disamakan dengan durian.

Sebenarnya apa sih yang dicari saat melakukan hubungan seks? Kepuasan, kah? Aku belum pernah merasakan orgasme seumur hidupku, dan itu bukan suatu masalah. Ada rasa penasaran untuk tau bagaimana rasanya? Tentu saja. Bukankah adalah hal yang lumrah bagi manusia untuk memiliki rasa ingin tau tentang apa yang tidak mereka ketahui? Tapi apa janji kenikmatan duniawi itu cukup hebat untuk membuatku mencari tau? Tidak juga. Bila memang suatu saat nanti aku diberi kesempatan untuk merasakannya, Alhamdulillah. Jika tidak, juga Alhamdulillah.

·> Dasar orang aneh! Mana ada orang yang ga tertarik sama siapapun dan ga suka seks.

Aku sendiri ga habis pikir kalau di dunia ini ada orang yang sangat menyukai seks dan tidak bisa hidup tanpa seks, hingga harus memasukkan unsur-unsur seksual ke dalam semua bagian dari kehidupan mereka sehari-harinya.

~yuu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s