Be The Person You Needed When You Were Younger

Nemu quote ini semalam

“Be the person you needed
when you were younger.” ~Anonymous (the best advice you could ever give someone).

Jadi, orang seperti apakah yang aku butuhkan saat aku remaja?

Orang yang aku butuhkan saat aku remaja adalah orang yang mengatakan kalau menjadi berbeda itu bukanlah hal yang buruk. Perbedaan itu menambah keberagaman. Dan perbedaan juga yang membuat orang yang satu tidak sama dengan orang lainnya. Kita bukan mesin yang dibuat di cetakan yang sama, hanya bisa berbeda bila salah satunya cacat atau rusak.

Orang yang bisa memberitahu bahwa aku tidak perlu mengikuti apa yang teman-teman lakukan hanya agar bisa diterima oleh mereka. Tidak perlu berpura-pura mempunyai orang yang disukai. Atau terlihat gembira saat ada yang menyatakan suka.

Juga mengatakan bahwa aku bukan orang yang aneh karena tidak mendambakan suatu hubungan atau menginginkan siapapun. Bisa membuatku dengan tegas menyatakan bahwa aku tidak tertarik untuk memiliki hubungan apapun dengan orang yang lebih dulu menyatakan perasaannya. Tidak perlu berpura-pura kalau penolakkanku membuat diriku ikut merasa tidak nyaman karena kenyataannya pernyataan mereka lah yang membuatku tidak nyaman.

Dan mengatakan bahwa aku tidak berhutang cucu yang sangat diinginkan orangtuaku karena pada akhirnya tubuhku adalah milikku, bukan hanya alat untuk membahagiakan mereka. Dan aku berhak dan berkewajiban untuk menjaganya, as I see fit.

Juga mengajariku bahwa tidak semua laki-laki sama saja, seperti yang aku pikir selama ini. Memang ada laki-laki berengsek tapi banyak juga yang baik.

Mengatakan bahwa tidak apa-apa jika aku berterus terang bila aku tidak tertarik untuk didekati seseorang tanpa perlu menjadikan mereka ‘the bad guy’. Atau mencari-cari kekurangan mereka hanya untuk menjadi alasan agar lebih mudah diterima orangtuaku tanpa membuat mereka menasehatiku untuk memberi kesempatan pada laki-laki tersebut.

Bahwa aku tidak berhutang penjelasan apapun kepada siapapun. tidak apa2 jika aku menolak dgn tegas bila ada yang ‘kepo’. Ataupun pada siapapun. Kalau mereka tidak bisa menerima apa yang ‘bisa’ aku sampaikan, itu adalah masalah mereka.

Dan pastinya adalah orang yang mau mendengar apa yang ingin aku katakan tanpa menghakimi, menyepelekan, atau bahkan memojokkanku. Memberi nasihat saat diminta tapi tetap menghormati semua keputusanku. Juga tidak mencoba untuk menggali lebih banyak dari apa yang bisa aku ungkapkan. Menyimpan apapun yang aku sampaikan untuk dirinya sendiri dan tidak menggunakannya untuk berbalik menyerangku.

Bisakah aku menjadi orang yang seperti itu untuk orang lain? Aku tidak tau karena aku tidak banyak memiliki pengalaman dengan orang lain dalam hal seperti itu. Karena itu juga akhirnya aku memutuskan untuk menulis pengalaman pribadiku di blog ini. Mungkin saja aku (lewat blog-ku) bisa menjadi seseorang yang dibutuhkan dan berguna untuk orang lain. Alhamdulillah…

~yuu

Advertisements

2 thoughts on “Be The Person You Needed When You Were Younger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s