Firsts

Pertama kali aku membaca tentang Aseksual itu saat heboh berita seorang chef dari Jepang yang memutuskan untuk memotong, memasak, lalu menyajikan alat kelaminnya sendiri ke tamu-tamunya. Kira-kira saat itu tahun 2012.
“Apaan tuh Aseksual? Kok sampe segitunya.”
Walaupun penasaran tapi tidak cukup untuk membuatku mencari tau tentang Aseksualitas. Perbuatan si Chef itu sudah cukup untuk memberi gambaran (pada saat itu) bahwa Aseksual adalah orang-orang yang tidak punya hasrat atau keinginan untuk berhubungan badan baik dengan diri sendiri (masturbasi) ataupun dengan orang lain. Dan semua berakhir di situ.

Pertama kali tau bahwa Aseksual itu sebenarnya adalah orang-orang yang tidak punya ketertarikan seksual terhadap siapapun di tahun 2014. Awalnya karena sering melihat profil-profil di Tumblr yang tertulis Aseksual di bio-nya. Jadinya kan penasaran dan akhirnya cari-cari di google.
Walaupun sudah tau artinya tapi aku belum sadar bahwa aku ini Aseksual karena kadang aku masih mengagumi aktor atau model yang berpenampilan menarik.

Pertama kali aku tau ada beberapa macam ketertarikan terhadap orang lain dan apa saja perbedaannya di awal tahun 2015. Seperti ketertarikan seksual, romantis (emosional), estetis, dan sensual.
Aku pun terus mencari tau lebih banyak tentang ketertarikan-ketertarikan tersebut dan juga soal Aseksualitas. Tapi tidak sekalipun aku membahasnya dengan orang lain secara langsung, lewat sosial media, atau juga lewat postingan di blog. Aku ingin benar-benar yakin kalau apapun yang akan aku temukan memang sesuatu yang tepat untukku sebelum membaginya dengan semua orang.

Pertama kali aku terbuka soal orientasi seksualku sebagai seorang Aseksual pada bulan Maret kemarin. Setelah menulis di blog tentang hal itu baru lah aku benar-benar mengakui dan meyakini bahwa aku memang Aseksual pada diriku sendiri.

Sebulan kemudian, pertama kalinya aku came out di FB dan Twitter. Sambutannya cukup ‘meriah’, tapi tidak banyak yang antusias ataupun suportif dengan penemuan ‘jati diri’ku itu.

Pertama kali mendapat pertanyaan ataupun respon negatif tentang Aseksual di bulan Mei, setelah aku meminta seorang selebtwit untuk meng’iklankan’ acara #AceDay.
Ada yang bersikap positif, ada juga yang sudah mempunyai persepsi sendiri tentang Aseksual walaupun baru dengar tentang hal itu dan ada yang bersikap seolah-olah aku berhutang penjelasan kepada mereka.

~yuu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s