Acceptance vs Ignorance

Kurang lebih seminggu yang lalu aku melihat tentang perayaan IDAHO 2015 yang diadakan sebuah LSM atau komunitas LGBTI di Jakarta yang ditweet oleh salah seorang panitianya;

Aktivis: #IDAHOT2015ID taking
action, stop kekerasan
terhadap LGBTI di
Indonesia…

Yuu: kalo asexual
ga masuk lgbti ya?

A: istilah LGBT untuk
menggantikan keragaman
orientasi seksual selain
heteroseksual. LGBTI
ibarat payung atas
diversity

Yuu: kl di
komunitas lgbt tempat mas
berada, ada anggota yg
asexual ga? atau mas tau
komunitas khusus Aces?

A: kebetulan
sampai sekarang belum
ketemu kawan yg dirinya
dgn sadar
mengidentifikasi sbg
asexual. Bgmnapun jg
sexualitas itu cair.

Yuu: saya
asexual, dan walaupun
saya tau ada beberapa
orang lagi tapi kebanyakan
blm came out krn Ace sering dianggap lebih freak drpd kaum lgbti yang lain.

A: bkn dianggap
freak, itu hanya karena
mereka blm tau aja. What
about pansexual? Dan
orientasi2 yg lain. Mereka
perlu blajar SOGIE

Yuu: kalo
pensexual itu kan
krtertarikan sexual yg
tidak memandang gender
atau jenis kelamin tp
tergantung perasaan/cinta

Yuu: karena
masyarakat berfikir sex
itu adalah hal yg penting
dlm sebuah hubungan dan
dalam kehidupan
umumnya

Yuu: memang
kita masih perlu banyak
belajar. bahkan beberapa
orang dr kalangan gay
tidak benar-benar
mengerti apa itu asexual

A: iya, Selama kita tdk
menggunakan kacamata biner
terkait seksualitas, aku pikir,
penerimaan atas keragaman
seksualitas jauh lbh ok

A: Tentu saja tidak memandang dia itu gay or not…

Yuu: justru itu
masalahnya. masyarakat
lebih bisa menerima gay
dan lesbian daripada Ace.

Yuu: orang bisa
came out sekali sebagai
gay/lesbian dan semua
bisa menerima tapi kalo
Ace mah ga cukup.

~copy+paste dari percakapan di Twitter~

Seperti yang Mas Aktivis tulis di Twitter tadi, memang masyarakat Indonesia sudah jauh lebih bisa menerima keberagaman seksualitas. Tapi masalahnya yang mereka tau orientasi seksual itu ‘hanya’ heteroseksual dan homoseksual saja. Mereka masih sering menganggap bahwa Biseksual itu hanya orang-orang yang rakus atau masih bimbang untuk memutuskan apa yang mereka inginkan.

Lalu bagaimana dengan Aseksualitas? Tidak di Indonesia saja yang masyarakat umumnya masih sulit untuk menerima bahwa ada sebagian kecil orang yang tidak bisa atau sulit tertarik secara seksual kepada siapapun, baik pada wanita atau pria.
Banyak yang berfikir yakin kalau para Aces hanyalah orang-orang yang belum bertemu jodohnya. Ada juga yang menganggap Aseksual itu punya masalah medis, seperti kekurangan hormon, ada efek samping dari obat yang dikonsumsi, atau bahkan karena trauma masa lalu.

Bahkan di antara komunitas LGBTIQA saja ada yang beranggapan bahwa Aces itu adalah orang-orang yang ingin tampil beda dan dianggap istimewa. Are you for real? *lirik sinis buat yang nyinyir*

Jadi kalau dibilang masyarakat Indonesia sudah bisa menerima keberagaman orientasi seksual, jawabnya belum. Karena mereka belum benar-benar tau dan paham apa saja ragam orientasi seksual yang ada di sini. It’s called ignorance.

Kalau boleh aku bilang masyarakat kita baru bisa memaklumi adanya perbedaan orientasi seksual yang ada. Mereka belum mengerti kenapa dan apa saja perbedaan itu sehingga mereka belum bisa benar-benar menerima semua perbedaan yang ada.

Tapi ini semua hanya pendapat pribadi. Yah siapa lah aku ini, hanya seseorang yang sembunyi di balik keypad dengan bermodalkan telepon seluler dan pengetahuan yang didapat dari Google tanpa pernah turun langsung ke dunia nyata. Mungkin para aktivis LGBTI itu jauh lebih mengerti, dan bukan hanya berdasarkan opini tapi hasil riset langsung di lapangan.

Yang pasti, masih jauh perjalanan para Aseksual untuk bisa dimaklumi, dipahami, dan diterima sebagai bagian hidup masyarakat Indonesia. Walaupun mungkin pada akhirnya nanti Aces Indonesia harus berjuang sendiri tanpa ada support dari LGBTIQ allies, ya mungkin itu memang jalannya.

Dan seperti yang kutulis sebelumnya, aku hanya bisa berjuang di depan layar hp. Aku bukan aktivis atau pejuang hak. Yang aku inginkan saat ini hanya agar makin banyak lagi masyarakat yang tau apa itu Aseksualitas dan tau bahwa kami para Aces benar-benar ada dan Aseksual itu adalah bagian dari kami, bukan bualan atau alasan yang dibuat untuk menjelaskan ke-jomblo-an kami atau apapun yang kalian kira selama ini.

Kami ini ada dan nyata. Bila kalian sulit menerima, setidaknya tolong berhenti mengentengkan, menghapus, and please stop dehumanizing Asexuals!

~yuu

Advertisements

2 thoughts on “Acceptance vs Ignorance

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s