Meet The Aro Day #AroDay

Apa itu Aromantic/Aro?

Aromanticexperiences
romantic attraction to no gender (not attracted romantically to any gender).

Aromantic – tidak memiliki ketertarikan romantis kepada siapapun.

Lalu apa sebenarnya Romantic Attraction itu?

Romantic attraction is the urge to
do non-sexual acts with
someone that you wouldn’t do
with someone who is just a
friend (i.e. dating, kissing, etc).

Ketertarikan romantis itu adalah keinginan untuk melakukan kegiatan non-seksual dengan seseorang, hal-hal yang tidak akan kamu lakukan dengan seseorang yang kamu anggap hanya sebagai teman (contoh: pacaran, ciuman, dll).

Siapa saja yang masuk dalam Aromantic/Aro spektrum?

Quoiromanticexperiences
something between romantic and
platonic attraction, does not
know what romantic attraction
feels like and therefore does not
know if they experience it, or
cannot differentiate between
romantic and platonic attraction.
Platonic attraction is the urge to
be friends with someone, or to be
close to them in a friendship
way.

Quoiromantic – mengalami sesuatu ketertarikan di antara romantis dan platonik, tidak tau seperti apa rasanya ketertarikan romantis itu sehingga tidak tau ketika mengalaminya, atau tidak bisa membedakan antara ketertarikan romantis dan platonis.
Ketertarikan platonis adalah keinginan untuk berteman dengan seseorang atau ingin dengan dengan mereka sebatas sahabat saja.

Lithromantic (aka Akoiromantic)
experiences romantic
attraction but does not want it
reciprocated, does not care if
it’s reciprocated, or has the
attraction fade if reciprocated.

Lithromantic (aka Akoiromantic) – memiliki ketertarikan romantis tapi tidak ingin perasaannya itu terbalas, tidak peduli jika perasaannya terbalas, atau ketertarikannya menghilang saat perasaannya terbalaskan.

Cupioromanticdesires
romantic relationships or contact
despite not experiencing
romantic attraction.

Cupioromantic – menginginkan hubungan secara romantis atau kontak fisik walaupun tidak mengalami ketertarikan romantis.

Demiromanticexperiences
romantic attraction only if a
strong emotional bond is
present.

Demiromantic – mengalami ketertarikan romantis hanya jika ada hubungan emosional yang kuat.

Arofluxfluctuates between
periods of experiencing romantic
attraction and not experiencing
it.

Aroflux – selalu mengalami perubahan di antara periode mengalami ketertarikan romantis dan tidak mengalaminya.

Recipromanticexperiences
romantic attraction only once
someone else expresses
attraction first.

Recipromantic – mengalami ketertarikan romantis hanya jika seseorang menyatakan ketertarikan mereka terlebih dahulu.

Grey-aromanticexperiences
romantic attraction rarely, only
under specific circumstances, or
not strongly enough to act on.

Gray-aromantic – sangat jarang mengalami ketertarikan romantis, hanya dalam keadaan tertentu, atau tidak cukup kuat untuk melakukan sesuatu terhadap ketertarikannya tersebut.

Biromanticexperiences
romantic attraction to two or
more genders.

Biromantic – mengalami ketertarikan romantis kepada dua gender atau lebih.

Heteroromanticexperiences
romantic attraction to one gender
not their own.

Heteroromantic – mengalami ketertarikan romantis terhadap satu gender yang bukan gender mereka sendiri (lawan gender).

Homoromanticexperiences
romantic attraction to own
gender.

Homoromantic – mengalami ketertarikan romantis kepada orang-orang dari gender mereka sendiri.

Panromanticexperiences
romantic attraction regardless of
gender.

Panromantic – mengalami ketertarikan romantis tanpa memandang gender.

Polyromanticexperiences
romantic attraction to multiple,
but not all, genders.

Polyromantic – mengalami ketertarikan romantis kepada beberapa, tapi tidak semua, gender.

Apa itu Meet The Aro Day?

It will be a movement to promote
awareness of the aromantic
community (both asexuals and non-
asexuals).
All participants will post 5-10 random
facts about themselves. It’s a
humanizing idea that isn’t based
around selfies (though no one’s to
stop you if you want to include a
selfie).

Meet The Aro Day itu akan menjadi gerakan untuk mempromosikan kesadaran terhadap komunitas Aromantic (baik yang aseksual maupun yang seksual).
Semua peserta akan menulis 5-10 fakta acak tentang diri mereka sendiri. Ini adalah ide untuk memanusiakan (komunitas Aromantic) yang tidak berdasarkan foto selfie (tapi tidak ada larangan jika ingin memasukkan foto selfie).

Maaf jika terjemahannya amburadul dan sulit dimengerti, hasil otodidak. Bila ada pertanyaan, saran, atau kritik, bisa lewat komentar, email atau mention lewat Twitter.

Sumber: The Asexuality Blog
@AsexualityBlog di Twitter

~yuu

Advertisements

7 thoughts on “Meet The Aro Day #AroDay

  1. Aku masih bingung sih dalam hal aromantic/romantic…tapi dari pengalamanku berpacaran 2 kali sih saya suka bersender atau memeluk atau merangkul ketika bersantai juga berpegangan tangan tapi saya juga merasa risih jika dipegang di bagian tertentu. Saya paling tidak suka bagian *maaf* french kiss terutama kalau pasangan terasa mulai terbawa suasana dan sedikit memberi tekanan, saat itu juga saya akan menghentikannya secara sadar.. memikirkan ada kemungkinan dia akan melakukan lebih membuat saya tidak nyaman..maka dari itu saya selalu menghindari sentuhan yang disertai dengan ‘passion’… berpegangan tangan biasa saya rasa lebih baik dari pada hal passionate tadi..pernah naksir dan membayangkan berkencan dengannya, tapi tidak pernah berpikir sampai kontak fisik, awalnya saya pikir saya menyukai dia seutuhnya tapi dgn berlalunya waktu rasa naksir itu hilang dgn sendirinya (entah sebenarnya dari awal saya emang naksir atau hanya mengagumi beberapa aspek saja darinya)…kira2 saya termasuk klasifikasi mana ya? saya pikir sih termasuk heteromantic, tapi saya tidak yakin
    Trims

    1. Menurut apa yang aku baca, seksualitas seseorang itu tergantung dari attraction dan tidak ada hubungannya dengan behavior. Banyak juga Asexual yang mau berhubungan badan karena satu dan lain hal.
      Sama seperti Asexuality, Aromanticism juga tergantung dari ketertarikan untuk menjalin suatu hubungan dengan seseorang, bukan apa yang mereka lakukan dalam hubungan itu. Kalo kamu masih tertarik untuk menjalin hubungan secara romance (bukan platonik) mungkin kamu bukanlah aromantic. Dan seperti yang kamu tulis, mungkin kamu adalah heteromantic.
      Soal tidak suka sentuhan yang terlalu passionate, setiap orang punya batas2 nyamannya sendiri. Aku sendiri tidak terlalu suka disentuh orang lain selain keluarga inti saja. Itu pun beda2 levelnya.

      1. Jadi masalah ketertarikan ya… jd walaupun ketertarikan itu menghilang selang hanya sesaat sekalipun, aku masih punya ketertarikan romantic(pada orang yg kutaksir)? Klo secara behavior sih jujur selalu dari pihak pria yg inisiatif dan agresif misalnya saat sehabis kencan yg terpikir olehku cuma langsung masuk rumah dan tidur sedangkan pasanganku selalu ingin ciuman dulu sebelum kita berpisah, dan seringkali kutolak scara halus, dan slama 2x pacaran adalah pihak laki2 yg ‘menembak’ , sy terima meski ga ada feel pada saat itu semata2 hanya rasa ‘ingin mencoba’ dan tidak pernah bertahan lama…secara behavior apa ada indikasi sebenernya aku hanya terbawa aruskah? Soalnya masalah merangkul, memeluk atau pegangan tangan itu emang selalu aku lakukan kepada orang yg kuanggap dekat, kalaupun ia sahabat dan keluarga juga baik laki2 maupun perempuan, karna ada juga teman biasa(cowo) yg suka punya kebiasaan seperti itu (merangkul, aku peluk) sampai dikira pacaran dengannya padahal nggak..maybe karna aku terbiasa berteman dgn kedua gender dan tanpa ada feeling lain? Karna waktu masa pubertas, teman seumurku mulai malu jika harus berpegangan tangan dgn lain gender sedangkan aku biasa saja, malahan dgn temen2 cowoku dulu,minum sebotol rame2 sudah biasa tanpa ada pikiran itu termasuk indirect kiss atau bukan.
        Maaf kalau mulai membingungkan.

      2. Kalo kamu menerima orang yang nembak tanpa ada rasa apa2, it sounds like aromantic to me. Soal ketertarikan yang terus hilang itu karena apa? Hilang sendiri gitu aja? Apa mungkin kamu termasuk grayromantic? Atau mungkin kamu berpikir bahwa apa yang kamu rasakan adalah romantic attraction (naksir/pengen punya hubungan lebih scr romance), padahal itu hanyalah ketertarikan secara platonik atau bahkan estetik saja?
        Coba baca2 aja dulu artikel2 di http://www.theasexualityblog.com/resources-and-articles.html

  2. Sepertinya sih begitu..jadi saya rasa tertarik dgn luarnya saja..bisa dibandingkan dengan saat saya ngefans artis idola, saat pikiranku teralih ke hal atau orang lain, perasaan tertarik itu mulai menghilang. bisa jadi sebenarnya saya hanya berasumsi bahwa saya ingin hubungan romantic padahal tidak..tapi saya pernah nyatain cinta sekali, dan walau ditolak saya tidak apa2, sampai skrg saya masih berteman dgnnya. Saya termasuk tidak bisa membedakan 😥 .ada kemungkinan saya Quoiromantic atau gray-aromantic sih sepertinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s