The Signs

Memang belum lama aku menyadari bahwa aku ini seorang aseksual atau orang yang tidak tertarik secara seksual kepada laki-laki ataupun wanita. Tapi bila dilihat ke belakang, tanda-tanda yang mengarah ke situ sudah ada sejak lama. Sekarang aku ingin coba merunut dari awal.

1. Pertama kali (dan satu-satunya) aku memutuskan untuk pacaran, saat SMP, karena itulah yang dilakukan teman sebayaku saat itu. Aku tau kalo mantan pacarku itu cukup tampan dan jadi incaran banyak perempuan tapi aku sama sekali tidak merasakan apapun saat bersama dia. Bahkan saat kami berciuman pun aku dingin-dingin saja. Malah sempat berfikir begini tho ciuman itu, kok ga kayak yang di cerpen di majalah ya? (waktu itu masih ngetrend majalah remaja seperti Aneka dan Gadis).

2. Waktu SMA, memutuskan untuk punya crush ke teman sekolah hanya agar membuat hari-hari di sekolah jadi lebih ‘berwarna’.

3. Saat bekerja juga pernah dekat dengan seorang pria. Sering ngobrol bareng dan dia pun akhirnya ngajak jalan. Aku jadi ingin mengenalnya lebih jauh. Seminggu setelah jalan bareng itu kuputuskan untuk nembak dia lewat telfon (alasannya sih karena beda shift :P). Dan dia menjawab, “maaf, tapi aku udah jadian sama si A. Udah seminggu.” …and I was like wtf?! Ternyata cuma diPHP-in belaka.

4. Aku sempat berfikir kalo mungkin aku ini seorang panseksual. Mungkin bukannya aku ga bisa tertarik sama laki-laki tapi karena aku belum nemu aja orang yang bisa bikin aku jatuh cinta, wether they were male or female. Padahal aku juga belum pernah tertarik sama perempuan, romantically. Tapi kan kita ga tau kedepannya.

5. Setelah akhirnya sadar kalau ternyata aku benar-benar tidak bisa tertarik sama perempuan (romantically and sexually), dan tidak juga menemukan pria yang bisa membuatku jatuh cinta, serta dorongan orangtua yang ingin aku segera menikah, aku sempat berfikir untuk menikah dengan pria homoseksual. Sampai sempat berdebat dengan teman (pria gay) di sosial media tentang pro dan kontra dari hal itu. Saat itu aku hanya berfikir untuk bisa mengabulkan permintaan orangtua saja.

6. Beberapa kali aku dikenalkan dengan pria-pria kenalan orangtua dan tetangga sekitar. Niat mereka mulia dan aku mencoba menghormatinya dengan cara berusaha untuk lebih mengenal para pria tersebut walaupun banyak dari mereka yang membuatku tidak sreg sejak pertama jumpa.
Bisa ditebak tidak ada satu pun yang pas di hati atau pikiranku.

Sejak dulu aku tidak bisa memahami orang-orang yang mau melakukan apapun demi cinta. Seolah-olah mata hati dan pikirannya sudah buta karena cinta. Makanya kadang aku bisa dengan gampangnya menyalahkan seseorang yang telah diperdaya orang yang dicintainya. Kenapa tidak lebih memakai otak dan bukan hati mereka saja saat memutuskan sesuatu? Apakah itu artinya aku aromantic asexual yang selain tidak memiliki ketertarikan seksual juga tidak memiliki ketertarikan hati atau cinta kepada orang lain selain keluarga? Aku juga tidak tau. Tapi aku masih berharap bahwa suatu hari nanti akan datang seseorang yang bisa membuatku jatuh cinta. Seseorang yang ingin aku bahagiakan dan membuatku bahagia. Makanya sekarang aku masih punya label heteroromantik aseksual.

Pertanyaan selanjutnya adalah: emang ada laki-laki yang mau menikah sama perempuan aseksual?

~yuu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s