Label

image
Ternyata ada juga nama untuk apa yang aku alami.

Banyak sekali label yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain. Tapi kebanyakan label itu berarti negatif atau hanya sekedar pendapat mereka sendiri tentang orang lain tanpa ada kebenarannya. Karena itulah banyak yang berkata bahwa hanya diri mereka sendiri yang boleh memberi label kepada diri mereka sendiri.

Lalu bagaimana dengan seseorang yang belum benar-benar mengenal diri mereka sendiri? Atau mereka yang berfikir bahwa apa yang mereka alami adalah sesuatu yang aneh dan tanpa nama?

Beruntunglah kita yang hidup di jaman ini. Hanya dalam beberapa menit di ponsel kalian bisa tau apapun yang kita inginkan. Tidak perlu lagi berlama-lama di perpustakaan dengan setumpuk buku yang belum tentu memiliki satu kalimat pun dari apa yang kita cari.
Hal-hal yang dulu kita pikir tidak mungkin terjadi dan sulit diterima akal ternyata adalah hal biasa untuk kalangan tertentu. Banyak juga hal baru yang bisa membuat kita bingung hanya dengan cara membacanya saja.

Binary, nonbinary, panromantik aseksual, gender fluid, dan lainnya itu hanya sebagian kecil saja dari label yang diberikan seseorang kepada diri mereka sendiri. Bukan untuk mengkotak-kotakkan tapi hanya untuk memudahkan orang-orang seperti aku untuk lebih mengenal dan memahami diri sendiri, dan orang lain, bahwa apa yang kami rasakan bukanlah hal yang aneh dan ada banyak orang lain yang juga mengalami hal yang sama.

Memang benar, hanya kita sendiri saja yang berhak untuk memberi label kepada diri kita sendiri. Hanya kita saja yang benar-benar mengerti apa yang kita rasakan. Label yang ada selama ini hanya dimaksudkan untuk memudahkan kita memberi nama sesuatu yang sudah kita rasakan sebelumnya. Bagaimana kalau belum ada nama atau label dari apa yang kita alami? Tenang, mungkin hanya belum nemu aja. Kalaupun benar-benar belum “ditemukan”, bukan berarti juga apa yang kalian rasakan itu salah atau aneh. Dan belum tentu juga hanya kalian saja yang merasakannya diseluruh dunia ini. Aku percaya seluruh manusia di dunia ini unik, one of a kind. Tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi sesuatu yang lain hanya untuk bisa diterima atau masuk ke dalam suatu kotak atau label tertentu. Hidup ini hanya sekali, jangan menyiksa diri sendiri hanya karena ingin diterima oleh orang lain. As a saying goes, “Being unique is better than being perfect”.

~yuu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s