Aseksual

Tadinya aku ga paham atau mungkin ga yakin kalo di dunia ini ada orang yang ga punya ketertarikan secara seksual sama orang lain, baik kepada yang lawan jenis ataupun yang sejenis. Apalagi buat orang-orang yang tidak melakukan seks di luar nikah, gimana bisa yakin ga tertarik secara seksual kalo ga pernah melakukannya? Tapi belum lama ini akhirnya aku mendapat pencerahan kalo hal itu bisa terjadi. Dan aku sendiri juga mengalaminya.

Aku ga mau ngasih penjelasan panjang lebar tentang apa itu aseksualitas dan bagaimana cara mendeteksinya karena aku sendiri masih belajar. Jangan sampai aku menjerumuskan orang lain hanya karena ke-sok-tau-an-ku. Aku hanya ingin berbagi pengalaman ku sendiri.

Pertama kali aku naksir cowok, jauh lebih tua, waktu kelas 5 SD. Hanya sekedar berfikir kalo dia itu tampan dan keren. Waktu itu dia sedang pacaran sama cewek yang lebih tua dariku. Bisa dibilang cowok itu tipe “piala bergilir” yang sering berganti pacar dari kalangan itu-itu saja. Tak berapa lama setelah dia putus dari teman dekatku cowok itu pun mengajak aku jadian. Saat itu aku baru naik ke kelas dua SMP.
Karena saat itu memang “giliran”ku, dan juga rasa ingin tau, akhirnya aku menerimanya.
Tidak banyak yang terjadi atau berubah dari kehidupanku sejak aku jadian dengannya. Aku tidak mengalami “perasaan yang nano-nano” saat aku ada di dekatnya. Aku juga tidak merasakan apapun saat aku tau dia selingkuh dengan cewek lain. Saat itu aku hanya berfikir kalo apa yang aku rasakan itu adalah hal yang wajar karena aku tidak punya perasaan apapun sama dia. Mungkin itu akan berubah jika aku sudah bertemu dengan si “the One”.

Kurang lebih hampir 18 tahun berlalu sejak saat itu tanpa aku pernah bertemu dengan seorang pun yang bisa membuatku tertarik untuk mengenalnya lebih dekat. Tidak ada keinginan untuk dekat dengan siapapun bahkan hanya untuk sekedar “punya” pacar. Walaupun begitu aku masih memupuk harapan di dalam hati untuk bisa memiliki pendamping suatu saat nanti sebelum akhirnya aku sadar kalau aku ini bisa dikatakan aseksual.

Setelah mencari tau tentang apa, siapa,  bagaimana, dan kenapa seseorang bisa dikatakan aseksual, akhirnya aku bisa berdamai dengan diriku sendiri. Tidak ada lagi rasa “aneh” yang kurasakan akibat ketidakmampuanku untuk tertarik pada siapapun. Tidak ada lagi juga rasa “malu” karena tidak juga memiliki pendamping diusiaku kini. Tapi aku juga tidak akan mendahului Allah SWT dengan berkata bahwa aku tidak akan pernah tertarik secara seksual sama siapapun seumur hidup. Siapa tau suatu saat nanti “the One”ku akan muncul di hadapanku. Yang pasti saat ini aku hanya bisa berharap orangtuaku tidak akan “membuat”ku menikah just for the sake of getting married.

~yuu

Ingin tau lebih banyak tentang aseksualitas dan semacamnya, ada Google yang bakal berbaik hati menjelaskan semuanya untuk kalian.

Advertisements

One thought on “Aseksual

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s