Jangan Salahkan Kami!

Berapa hari yg lalu aku nemu satu tweet yang bikin emosi memuncak. Ga tau awal mulanya gimana, tapi satu tweet dari orang yang aku follow itu rasanya udah cukup mewakili permasalahan yang sedang dibahas. Apa sih isi tweet-nya? “Blaming a husband for cheating from their wife and having sex with man? Shut the fvck up and blame your society. They made them do!”.

Sampai sekarang aja aku masih emosi bacanya. Gimana caranya satu orang yang selingkuh tapi masyarakat yang harus bertanggungjawab? Aku tau kalo banyak kaum LGBT yang merasa diharuskan untuk mengikuti pedoman dan tuntunan masyarakat tapi gak gitu juga kali. Berani berbuat harus berani tanggung jawab lah.

Ada pepatah yg bilang “The road to hell paved with good intention”, yang artinya jalan ke neraka itu dibuat dari niat baik. Kok bisa?
Contohnya tentang kaum gay memutuskan untuk menikah denga seorang perempuan. Ada yang beralasan karena mereka ingin membahagiakan orangtua. Niatan yang bagus kan? Tapi niat bagus itu akan berubah jadi kesengsaraan untuk semua yang terlibat. Sang pria sengsara karena harus bersandiwara 24/7, 365/tahun. Berbohong kepada Tuhan, istri, orangtua, dan diri sendiri tiap hari.
Sang perempuan tidak bisa benar2 merasakan kebahagiaan dicintai orang yang dicintainya.
Orangtua sang lelaki hanya bisa meratapi, menyesali, dan menyalahkan diri sendiri saat kebenaran terungkap. Jadi banyakan mana dosanya sama yang berzina dengan kemauan sendiri?
Iya, aku juga tau kalau dosa itu urusan Tuhan tapi setidaknya kita bisa mengira lebih berat mana antara hikuman orang yang bikin rugi diri sendiri sama yang ngerugiin orang banyak.

Masyarakat memang punya andil dalam pengambilan keputusan, tapi kita juga tidak bisa lepas tangan akan kesalahan kita. Jangankan kaum gay, wong aku aja dikejar2 suruh nikah. Tapi apa iya aku juga musti mau nikah sama siapapun, dan aku juga akan dimaklumi bila suatu saat nanti selingkuh setelah bertemu sama orang yang beneran aku cinta?

Di manapun di dunia, selingkuh itu adalah hal yang salah. Mau kalian straight atau gay tidak ada bedanya. Kalau kaum gay ingin dibiarkan berselingkuh dari istri dengan alasan karena mereka di paksa untuk menikahi orang yang tidak mereka cintai, seharusnya mereka juga bisa memaklumi kalau suatu saat mereka diselingkuhi pasangan mereka dengan pria ataupun wanita lain.

Jadi buat siapapun yg belum siap untuk menikah, mending gak usah nekat dh. Jangan ngajak anak orang buat sengsara bareng kalian. Mending puas2in dulu gih bikin dosa enaknya. Tapi kalo kalian pengen nambah dosa karena nyakitin banyak orang dan juga lebih takut sama manusia ya terserah kalian saja.

~yuu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s