LDR? NO!!!!

LDR itu apa sih? Yup, pasti banyak yg udah tau. LDR aka long distance relationship atau hubungan jarak jauh itu adalah hal yg biasa bahkan ada yg menganggapnya lumrah.

Udah pernah LDRan? Mau mengalami LDR krn pacar pindah rumah? Atau justru lagi nyari pasangan yg bisa diajak LDRan?

Secara pribadi, aku paling ga suka LDRan. Alasannya? Banyak hal yg mesti diperhitungkan, tapi yg utama adalah kesetiaan.
Apa itu berarti orang yg LDR ga bisa setia? Ga juga. Aku yakin ada orang yg bisa benar-benar setia sama satu pasangan walaupun harus LDR. Aku yakin kalau aku bisa setia jika aku menjalani hubungan jarak jauh seperti itu.
Tapi kita juga kan hanya manusia, tempatnya salah dan dosa. Yg ketemu tiap hari aja bisa selingkuh, apalagi yg belum tentu sebulan sekali ketemu.

Alasan kedua kenapa aq ga mau LDRan adalah abandonment issue.
Kenapa abandonment issue? Aku ga tau juga tapi sepertinya dua kata itu bisa mencerminkan apa yg aku rasakan. Aku takut ditinggalkan, ditelantarkan.

Hal itu mungkin adalah hasil dari kenangan masa kecilku. Saat aku naik kelas tiga SD, kedua orang tuaku bercerai dan ibuku menjadi TKW di Singapura, meninggalkanku diJawa Tengah dengan alm Nenek dan Bapak.
Walaupun tinggal bersama tapi Bapak tidak pernah ikut campur dalam hidupku. Bahkan bisa dibilang kami adalah orang asing yg tinggal bersama.

Saat aku kelas 5 SD, ibu pulang dari Singapura. Tapi hanya sebentar krn dia memutuskan untuk tinggal di Bekasi bersama kakak perempuannya. Kami hanya bertemu beberapa kali dalam setahun dan saat liburan musim panas.

Disaat itulah aku menyadari bahwa Ibu yg ada dihadapanku tidak seperti sosok Ibu yg ada dalam bayanganku.
Ibu tetap sibuk kerja dan pacaran saat aku mengunjunginya di Bekasi.

Lal hal itu diperparah saat Bapak menikah lagi setahun kemudian, dan Ibu menyusul saat aku kelas 2 SMP.

Sejak saat itu aku berfikir that I don’t belong to any of them. Aku sendirian and I need to find someone that belongs to me.

Trus apa hubungan semua itu dengan LDR? Kita tidak bisa menggantikan waktu yg terlewat dengan apapun.

Saat ini dimana teknologi sudah semakin maju, tentu tidaklah sulit jika kita ingin menghubungi siapapun, bahkan kita bisa langsung bertatap muka. Tapi hal itu belum cukup bagiku.

Apakah aku ini possessive? Bisa saja walaupun aku tidak pernah mencecar ‘pacarku’ dengan segala pertanyaan yg justru akan membuatnya merasa seperti tahanan.

Aku hanya ingin seseorang yg bisa kutemui paling tidak seminggu sekali. Bisa melihatnya dalam keadaan sehat dan bahagia. Dan bisa memeluknya saat dia membutuhkan.

Jadi, aku percaya kalau LDR bisa sukses jika kedua pihak saling percaya dan sanggup mempertanggung jawabkannya.

Jadi buat yg sedang, mau ataupun ingin mempunyai hubungan jarak jauh, pastikan kalau orang itu pantas. That they’re worth every problems and issues that you’ll be facing. That they’re worth waiting for.

So, do you think you can handle all the drama in a long distance relationship? Good luck 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s