Repost: AroAceIndonesia FB Page “#AceSelfie”

Tidak terasa sudah hari terakhir di perayaan #AsexualAwarenessWeek tahun ini. Biasanya sih #AceWeek akan ditutup dengan #AceSelfie 🙂
.

image

Jadi inilah dia penampakan orang di balik fp ini yang akan muncul dua kali dalam setahun, sekarang dan di akhir November nanti untuk acara #AceDay.
Cincin hitam berukir dan cincin perak dengan bunga batu warna hitam. Check.
Topi dan syal. Check.
.
Topi dan syal itu hasil rajutan sendiri lho. Kali aja ada yang berminat XD
.
Bagi yang mau ikutan buat AceSelfie, dipersilahkan. Kalo tidak juga ga masalah. Apalagi buat kalian yang belum melela/come out sih lebih baik jangan di sini. Kalian bisa saja ambil selfie dan diunggah di akun pribadi tanpa perlu ada tagar apa2. Yang penting kalian bisa merasa ikut serta dalam perayaan ini 🙂
.
.
#AroAceIndonesia #AsexualIndonesia #AsexualAwarenessWeek #AceWeek #Aceselfie

Advertisements

Repost: AroAceIndonesia FB Page “Why Visibility and Representation Matters”

// I’m about to cry. My 60 year old mother watched a netflix documentary and only just now found out she’s asexual. I’ve been trying to figure out how to bring up this idea to her for years. I am so glad to hear her, she’s so happy and saying “there really is nothing wrong with me!” I didn’t realize it wore on her like that. God bless the internet.// (source)
.
Hal seperti inilah mengapa ada perayaan Asexual Awareness Week dan juga Ace Visibility Day. Masih banyak sekali orang di dunia ini yang tidak tau tentang Aseksualitas, yang kemungkinan banyak diantaranya adalah Aseksual atau ada di Aseksual spektrum tanpa sadar. Seperti saya yang baru tau tentang Aseksualitas di umur 30, saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan seseorang yang seumur hidupnya tidak akan pernah tau bahwa apa yang mereka rasakan/tidak rasakan bukanlah sesuatu yang salah. Bahwa mereka tidak rusak, bahwa mereka tak sendiri, bahwa mereka punya komunitas yang akan menerima dan mendukung mereka sepenuhnya.
.
Setiap kali saya coba membayangkan, yang ada di pikiran saya tentu soal pernikahan. Walaupun saya keras kepala dan tidak mau menikah hanya sekedar untuk memenuhi ‘kewajiban’ saya, tapi kalo saya tidak tau tentang Aseksualitas kemungkinan saya tidak akan begitu tegas mempertahankan pendirian saya. Kemungkinan saya akan mempunyai perasaan negatif tentang pernikahan saya itu, yang besar kemungkinan termasuk ke pasangan dan anak yang akan lahir dari pernikahan itu.
.
Saya pernah berkata, walaupun sebagai seorang Aromantic Asexual saya tidak mau menutup kemungkinan bahwa saya akan menikah suatu hari nanti. Karena bagi saya pernikahan itu tidak hanya hasil dari ketertarikan romantik dan seksual saja. Pernikahan itu hanyalah diresmikannya ikatan diantara dua orang (pria dan wanita kl di Indonesia) tanpa perduli bagaimana jenis pernikahan yang akan dijalani pasangan tersebut. Selama niat dari pernikahan itu adalah sesuatu yang baik, saya rasa tidak masalah kalo seseorang ingin menikahi sahabatnya karena satu dan lain hal.
.
Untuk saat ini yang saya inginkan hanya untuk makin menyebarkan pengetahuan tentang Aseksualitas, walaupun cuma ke satu orang saja. Seperti fp ini, tidak perduli kalo selamanya hanya mendapat like sedikit, yang penting fp ini bisa bermanfaat untuk kalian.
.
.
#AroAceIndonesia #AsexualIndonesia #Asexual #AsexualAwarenessWeek #AceWeek

Repost: AroAceIndonesia FB Page “The Importance of Asexuality”

Seberapa penting orientasi seksual bagi kalian? Kira2 dalam sehari, berapa kali kalian mengingat tentang orientasi seksual kalian? Hal apa yang menyebabkan kalian mengingat orientasi seksual kalian?
.
Bagi saya, orientasi seksual (dalam hal ini Aseksualitas) itu sangat penting karena itu mempengaruhi keputusan yang saya ambil. Mungkin saya tidak akan menganggap orientasi seksual begitu penting jika saya adalah seorang heteroseksual. Saya tidak akan memutuskan untuk melakukan sesuatu dengan berpikir “karena saya heteroseksual maka saya akan….”
Mungkin banyak juga Aseksual yang berbeda pendapat dengan saya dan menganggap orientasi seksual mereka bukan sesuatu yang penting, melainkan hanya bagian dari diri mereka saja. Dan itu juga ga masalah.
.
Sebagai seorang Aromantik Aseksual, banyak hal dalam kegiatan sehari-hari yang mengingatkan saya bahwa saya seorang AroAce.
Saat mendengarkan musik dengan syair tentang cinta dan patah hati membuat saya ingat bahwa saya seorang Aromantik. Lalu saat menonton film saya jadi ingat bahwa saya Aseksual (hampir semua film) dan juga Aromantik (drama/komedi percintaan). Dan yang pasti setiap ada yang bertanya kenapa saya belum menikah, atau ada yang memanggil saya Bunda/Umi (seperti ga nyambung tapi itu yang saya rasakan).
.
Lalu bagaimana dengan kalian?
.
.
#AroAceIndonesia #AsexualIndonesia #Asexual #Aromantic #AceAwarenessWeek #AceWeek

Repost: AroAceIndonesia FB Page “Ace Eggs”

image

Asexual yang tidak memiliki ketertarikan secara seksual terhadap siapapun. Namun ada juga yang beridentitas Asexual karena mereka tidak memiliki gairah seksual atau keinginan untuk melakukan kegiatan yang bersifat seksual. 

image

Graysexual yang sangat jarang mengalami ketertarikan seksual, hanya dalam keadaan tertentu, atau tidak cukup kuat untuk melakukan sesuatu terhadap ketertarikannya tersebut.

image

Demiseksual yang baru bisa merasakan ketertarikan secara seksual setelah adanya ikatan yang kuat Demiseksual yang baru bisa merasakan ketertarikan secara seksual setelah adanya ikatan yang kuat.

image

Biromantik Aseksual yang merasakan ketertarikan secara romantik ke dua gender atau lebih tapi tidak merasakan ketertarikan seksual terhadap siapapun.

image

Panromantik Aseksual yang tertarik secara romantik tanpa memandang gender tapi tidak tertarik secara seksual terhadap siapapun.

image

Homoromantik Aseksual yang tertarik secara romantik kepada sesama gender tapi tidak tertarik secara seksual terhadap siapapun.

image

Heteromantic Asexual yang tertarik secara romantik kepada orang yang berbeda gender dengan dirinya tapi tidak tertarik secara seksual kepada siapapun.

image

Aromantic Asexual yang tidak tertarik secara seksual maupun romantik terhadap siapapun.

Repost: AroAceIndonesia FB Page “Linkspam”

Di hari ke 3 #AsexualAwarenessWeek ini, saya mau kasih linkspam buat siapapun (terutama Alloseksual) yang ingin menulis cerita dengan tokoh Aseksual.
a) Stereotypes to Avoid When Writing Asexual Characters
b) Character Development Questions
c) Words and Concepts Used in Asexual Community
d) How To Show That A Character Is Asexual
e) Negative Responses Asexual Characters May Get When Coming Out
f) Potential Sources of Conflict For Asexual Characters
g) Issues When Writing an Ace Character
h) Handy guide to writing asexual characters
i) How to Write an Asexual Character
j) Character Development: Asexual Characters
k) On Writing Asexual Characters (from an Asexual)
l) Writing Asexual/Demisexual/Gray-Asexual characters
.
Semua tulisan memang memakai bahasa Inggris karena saya belum menemukan tulisan semacam itu dalam bahasa Indonesia. Dan semoga tautan2 ini bermanfaat.
.
.
#AroAceIndonesia #AsexualIndonesia #AsexualAwarenessWeek #AceWeek #linkspam #writing

Repost: AroAceIndonesia FB Page “Asexuality and Music”

Apakah kalian punya lagu atau penyanyi/grup band favorit? Apa lagu yang terakhir kalian dengarkan? Apakah lagu-lagu favorit kalian punya tema tertentu?
.
Sejak kecil, saya senang mendengar lagu apapun, dari dangdut hingga hardcore metal. Tapi saya akan berpikir sangat lama jika ditanya apa lagu/genre/penyanyi terfavorit saya karena terus terang rasanya saya tidak pernah punya. Saya lebih ke tipe lagu-favorit-untuk saat-ini daripada lagu/penyanyi-favorit-sepanjang-masa. Dan biasanya lagu-favorit-untuk-saat-ini adalah lagu yang sedang populer disaat itu. Tapi kadang ada juga lagu yang kurang populer yang masuk daftar.
.
Saya pernah membaca soal bagaimana perasaan dan emosi juga menentukan interaksi seseorang dengan musik. Bagaimana seseorang yang sedang bahagia atau senang akan lebih mementingkan jenis musik dan temponya daripada mereka yang sedang bersedih yg lebih nyambung dengan lirik lagu tersebut.
Tapi sebagai seorang yang Aseksual, sekaligus Aromantic, di mana kebanyakan syair lagu yang ada berisi tentang hal-hal seksual, heteronormativity dan amatonormativity tentu saja sangat sulit bagi saya untuk nyambung dengan suatu lagu sampai sedalam itu. Kadang saya malah sengaja mencari lagu dengan bahasa yang tidak saya tau agar saya bisa menikmati musiknya tapi perlu nyengir miris dengan syairnya.
.
Bahkan lagu-lagu yang ditujukan untuk komunitas LGBTIQ+ mempunyai resep yang sama dengan lagu komersil lainnya, dengan pengecualian orientasi seksual atau gender dari penyanyi dan subyek lagunya. Bahkan kadang hal itu juga absen dari lagu tapi muncul di video klipnya.
.
Sebenarnya kalo mau teliti mencari, banyak juga lagu-lagu yang mempunyai tema universal atau netral. Malas mencari satu-satu? Coba saja Google dengan kata kunci Asexual/Aromantic song.
Tapi yang pasti ada 4 lagu yang khusus didedikasikan untuk komunitas Aseksual, yaitu:
1) ASEXUAL LOVE (Original Song)
2) ASEXY (PROUD TO BE ME) – Queer Sounds [Official Video]
3) A-OKAY: An Ace/Aro ANTHEM | Adam Winney
4) For Me | Dearlie
Memang semua lagu itu adalah lagu indi buatan para YouTubers tapi ga apa-apa, daripada ga ada sama sekali (standarnya rendah banget T-T)
.
Tentu saja semua itu hanyalah apa yang saya rasakan. Kalo kalian sendiri bagaimana? Apakah yang sama-sama AroAce merasakan hal yang sama seperti saya atau ada yang punya pengalaman lain? Bagaimana dengan yang Alloromantic Aseksual?
.
.
.
#AroAceIndonesia #AsexualIndonesia #AsexualAwarenessWeek #AceWeek #Asexual #Aseksual